Tanya Jawab materi level 5

Tanya Jawab Bunda Sayang #level 5

MENSTIMULASI ANAK SUKA MEMBACA

Penanya 1: Indah Puspita Sari
Menurut teori parenting yang saya baca, banyak yang melarang mengajarkan anaknya membaca diusia dini. Saya tidak pernah meminta anak saya belajar membaca, hanya saja saya membelikan beberapa buku, mulai dari huruf2, buku belajar membaca yang warna warni, buku2 cerita dan komik, yang sering saya bacakan. Jadinya, anak pertama saya yang usia 5 tahun, sekarang sudah bisa membaca, meskipun masih perlahan. Dia juga rajin membaca tulisan2 yang dia temui, seperti papan iklan dll.
1. Apakah apa yg saya lakukan termasuk memaksa anak saya belajar membaca di usia dini, lalu adakah dampak negatif jika anak saya usia 5 thn ini sudah bisa membaca?
2. Dan bagaimana membuat anak saya ini tetap suka membaca, dan tidak hanya sudah bisa membaca.
Terima kasih πŸ™πŸ»

Jawab:
Betul sekali mba. Memang mengajarkan anak tuk membaca disarankan pada usia 5 tahun ke atas. Namun, yg dimaksud membaca di sini adalah *bisa* membaca bukan suka membaca. Nah inilah yg terkadang terjadi kesalahpahaman pd orang tua ttg bagaimana mengajarkan membaca pada anak (silakan dikunyah lagi materi #5)
1. Mengajarkan anak belajar membaca di usia dini memang kurang bagus dr segi psikologis. Dampaknya mmg tidak terlihat saat ini, tapi nanti ketika dia sudah masuki jenjang kelas tinggi di sekolah dasar, dia akan mengalami kejenuhan dlm belajar (silakan dibuka kembali cemilan rabu 1 pada materi #2, pd poin kemandirian belajar).
2. Membuat anak suka membaca hingga dia bisa membaca ada beberapa tahapan yg harus dilewati. Apa saja tahapan itu, nah ditunggu yaa cemilan rabu pekan ini :D

Penanya 2 : Rita F
1. Bagaimana menghadapi anak anak yang "moody" atau cepat bosan bila diajak membaca dan lebih anteng bila main games online?

Jawab:
Mba rita sudahkan anak diberi jadwal tuk bermain game? Btw berapa usianya?
Berikut usia yg diperbolehkan tuk menonton dan bermain game sumber dr ykbh

Klo blm terjadwal, coba dijadwalkan main gamenya ya mba, begitu juga dengan membaca buku. Baiknya mmg kita punya jadwal tertentu tuk membacakan buku/membaca buku bersama anak2. Bila perlu agendakan tuk membeli buku bersama juga, dgn cara spt ini anak akan belajar mencintai buku. Klo tidak salah ada gerakan membacakan buku selama 15 menit tuk anak  setiap malam sblm mereka tidur. Gerakan ini sangat bagus sekali, selain bisa menumbuhkan kecintaan terhadap buku, juga dpt memperat hubungan ortu dan anak. Silakan dicoba

Penanya 3 : Leila
1. Tentang bisa berbicara dan bisa membaca.... Dikatakan bila bisa berbicara dengan baik maka akan bisa membaca dengan baik. Apakah berlaku juga sebaliknya, bisa membaca itu seharusnya bisa bicara juga? Untuk diri saya sendiri, saya sangat suka membaca dan menulis (kalau klaim 'bisa' atau 'pandai' rasanya saya tidak berhak menilai diri sendiri), tapi gagap berbicara di depan umum, kalaupun bicara atau membacakan akan cenderung ngebut, sampai pernah ditegur oleh ayah saya, nanti kan bakal ngajarin anaknya bicara, gimana kalau kamu bacanya ngebut begitu. Sekarang sudah mendingan kalau untuk kalangan sendiri (termasuk membacakan ke anak sendiri di tempat umum/bukan kepada orang banyak), tapi untuk bicara di depan publik nanti dulu. Apakah saya seharusnya juga mengejar keterampilan berbicara atau ada yang salah dari penanaman kecintaan membaca saya di masa lalu?

2. Anak kedua saya berusia 2,5 tahun, ada masanya punya buku favorit yang setiap malam mintanya dibacakan yang itu terus, padahal buku yang lain banyak. Sekarang sudah berlalu sih, sudah ganti-ganti bukunya. Tapi dulu sempat terpikir, tidak apa-apakah menuruti saja apa yang dimintanya, jadi tiap hari sama terus bukunya? Atau aktif ditawarkan terus buku yang lain?

3. Berkaitan dengan no.2, anak saya bisa menirukan/mengulangi beberapa kalimat kunci dalam buku favoritnya di waktu terpisah (dalam keadaan tidak sedang dibacakan buku). Lalu saya terpikir, salah nggak ya saya 'membiarkan' anak menghafal isi buku cerita ketimbang misalnya, surat-surat pendek? Untuk surat pendek ada pembiasaan juga dengan diperdengarkan tanpa menggegas (dan akhir-akhir ini dia mulai mengulang sendiri juga sambil bermain misalnya), tapi ada rasa gimana gitu, semacam rasa bersalah bahwa anak saya duluan hafal isi buku cerita fiksi (meski isinya juga kebaikan dan Islami) ketimbang firman Allah swt. Salahkah saya merasa demikian?➡

Jawab:
1. Idealnya kemampuan membaca berbanding lurus dengan kemampuan menulis. Kemampuan berbicara pada anak adalah yang terkait kemampuan anak mengemukakan apa yang diinginkan, serta berkomunikasi dengan teman sebaya dan orang sekitar. Sementara publik speaking atau berbicara di depan umum ini butuh banyak latihan dan ilmu yang terkait. Seperti halnya belajar sepeda, semakin sering latihan, semakin mahir. Jadi sering seringlah "manggung", awalnya mungkin grogi, lama lama akan terlatih.
2. Untuk tahap awal, tak masalah mengikuti apa yang diinginkan, yang penting anak *gemar* membaca, bukan hanya *bisa* membaca. Sambil dikenalkan serunya buku buku lain yang tak kalah menarik isinya.
3. Terkait membaca Alquran, memang butuh proses, bisa dimulai dengan sering memperdengarkan alquran, sering membacakan berulang ulang surat surat pendek, menceritakan kisah menarik dalam Alquran hingga anak tertarik untuk.belajar membaca Alquran. Metode mengajarkan membaca juga perlu bervariasi agar anak tak bosan. Bisa jadi anak tak tertarik, karena *cara* atau *metode* nya yang begitu begitu saja. Buku iqro saja mayoritas polos، tak semenarik buku buku bacaan lain kan? Mungkin bisa dicoba membuat media yang lebih menarik.✅

Penanya 4 : Kartini
1. Kalau anak masih dibawah 2th dan cenderung kinestetik, anak cepat bosan melihat buku, bagaimana kiat2 nya?
2. Saya yang sudah dewasapun, kesulitan dalam belajar bahasa lain, misalnya bahasa inggris. Bagaimana supaya saya ini semangat juga untuk belajar bahasa inggris? Saya lebih suka hitungan dibandingkan belajar bahasa.
Makasih

Jawab:
1. Mba kartini, tuk usia anak spt itu umumnya gaya belajarnya blm bisa terlihat mba, krn anak seusia mereka masih suka bereksplorasi dengan lingkungannya. Terkadang kita keliru mengartikan ini. Tuk anak usia 2 tahun memang baiknya tidak dipaksakan untuk melihat2 buku, mengajarkan anak suka membaca sejak usia dini tidak harua langsung mengenalkannya pada buku. Bisa juga dengan hal2 lain spt gambar2 pada poster, karpet, pada mainannya. Nah baiknya ditunggu cemilan rabu nanti terbit ya hehe. Biar lebih paham bagaimana thapan membaca pd anak usia dini itu

2. Bagi orang dewasa, belajar bhasa itu berkaitan dengan passion mba. Bahkan dalam teori otak kiri dan kanan, dapat terlihat perbedaan bagaimana org dengan tipe otak kiri mmg cenderung lemah dlm menguasai bahasa beda dgn otak kanan. Jd menurut sy, tidak perlu dipaksakan tuk berlatih berbagai macam bahasa asing bila mmg passion kita bukan di situ, apalagi kita bukan termasuk tipe otak kanan. Jalankan saja apa yg sudah menjadi passion kita, asah kemampuannya dan pertinggi jam terbangnya. Maka kita akan ahli di bidang itu.

Penanya 5 : Rimawanti
1. Yuna 5 tahun suka cerita macam-macam, dengan antusias dan suara tergesa-gesa, sehingga suaranya malah terputus-putus. Apakah Yuna perlu diajari untuk mengatur intonasi suara agar bercerita dengan perlahan? Atau dibiarkan saja?


Jawab:
Perlu, agar kecerdasan linguistiknya dpt terasah dengan baik✅

Komentar

Postingan populer dari blog ini

T30 (Hari ke-23)

Ketika anak minta jajan

Lupa