*Resume Diskusi Santai*
Bekasi Raya_HEbAT

24 Oktober 2016

_*Tentang Tazkiyatun Nafs, Berdamai dengan masa lalu, dan InnerChild*_

Notulis: Ayah Muji

=====================
Penasaran dengan cara penyucian jiwa? Berikut diskusi ringan tentang best practice TN, atau berdamai dg masa lalu, juga tentqng InnerChild tsb😊
____________________________
*Bunda Eva:*
Para bunda dan ayah hebat...sy mau tanya,

Sy baca postingan di fb ummu maryam, seperti nya beliau inj tercerahkan stelah mengetahui HEbAT,

Jd ilmu2 parenting yg selama ini beliau punya seperti kurang berhasil beliau terapkan, dan akhirnya beliau mengetahui penyebab nya krn masalah IC (inner child) yg mana kl di komunitas HEbAT disebut nya tazkiyatun nufus.

Pertanyaan sy: apa sih tazkiyatun nufus itu lalu hubungan nya dgn IC gmn ( cara menyelesaikan IC).

Trmkasih...semoga para senior mau bantu jawab

*Bunda Dini:*
Bantu jawab dr kulwap ustadz Harry di Grup DEK
Tanya:  Ustadz Harry, mungkin sedikit menyimpang dari tema..
Hendak bertanya..
Selintas dalam konsep HE, guna memutus rantai pengasuhan yang keliru, orang tua sebaiknya tazkiyatun nafs. Mungkin bisa dijelaskan lebih gamblang?
Misal, saya dahulunya diasuh dengan pola2 tertentu dari ortu. Terkadang hal2 negatif pengasuhan dari ortu tsb muncul ketika saya mengasuh anak.

Ust. Harry Santosa: Tazkiyatunnafs adalah bahasa alQuran untuk mentherapy secara alamiah dan fitriyah apa apa yang menyebabkan kita berperilaku buruk. Tiada cara yang baik dan mengakar kecuali memperbaiki jiwa sebelum memperbaiki fikiran dan amal.
Belum pernah ada surat di dalam alQuran dimana Allah bersumpah begitu banyak, sampai 11 kali, kecuali untuk pensucian jiwa "sungguh beruntung mereka yang mensucikan jiwanya" (surat asSyams).
Warisan pengasuhan masa lalu dalam dunia psikolog sering disebut Inner Child, kadang sehebat apapun ilmu parenting atau psikologi yang kita pahami, tetap saja di tataran praktis yang kita pakai adalah apa yang pernah kita alami ketika kecil. Misalnya, kita tahu membentak dan menjewer itu buruk, namun ketika kekesalan memuncak maka hilang semua pemahaman, yang ada lagi lagi membentak dan menjewer.
Ada terapinya untuk ini, namun sebaiknya kita menggunakan jalur alamiah dan syar'i yaitu Tazkiyatunnafs, atau pensucian jiwa. Ini perlu waktu, perlu momen, perlu keberanian utk keluar dari zona nyaman dan instan.
AlQuran juga mengingatkan bahwa sebelum ta'lim maka penting untuk tazkiyah lebih dulu. Dalam prakteknya paralel saja, karena begitu kita berniat sungguh2 mendidk anak sesuai fitrahnya maka sesungguhnya kita sedang tanpa sadar mengembalikan fitrah kita atau sedang tazkiyatunnafs

Dalam buku tarbiyah Ruhiyah, pensucian jiwa itu bisa dilakukan dengan 5 M
1. Mu'ahadah -mengingat ingat kembali perjanjian kita kepada Allah. Baik syahadah, maksud penciptaan, misi pernikahan, doa doa ketika ingin dikaruniai anak, menyadari potensi2 fitrah dstnya
2. Muroqobah - mendekat kepada Allah agar diberikan qoulan sadida, yaitu ucapan dan tutur yang indah berkesan mendalam, idea dan gagasan yang bernas dalam mendidik, sikap dan tindakan yang pantas diteladani.  Allahlah pada hakekatnya Murobby anak anak kita, karena Allahlah yang memahami fitrah anak anak kita. Maka kedekatan dengan Allah adalah agar hikmah hikmah mendidik langsung diberikan Allah untuk anak anak kita melalui diri kita.
3. Muhasabah - mengevaluasi terus menerus agar semakin sempurna dan sejalan dengan fitrah dan kitabullah, bukan obsesi nafsu dan orientasi materialisme
4. Mu'aqobah - menghukum diri jika tidak konsisten dengan hukuman yang membuat semakin bersemangat dan semakin konsisten untuk tidak melalaikan amanah
5. Mujahadah - sungguh sungguh menempuh jalan sukses (fitrah) dengan konsisten, membuat perencanaan dan ukuran2 nya

*Ayah Muji:*
TN, ada juga yang menyebut dengan "berdamai dengan masa lalu". Adalah cara membersihkan diri dari kondisi yg dialami di masa kecilnya, dengan cara bertaubat,  melupakan dan berjanji untuk tidak mengulang ke anak sehingga menjadi sebuah lingkaran yang tidak ada putusnya. Membersihkan diri di sini adalah membersihkan trauma yg dialami di masa lalu terkait pola asuh dari orangtua kita. Sehingga ketika sudah bersih hati, bersih pikiran, maka akan memandang anak sebagai amanah yg memang unik, spesial, gak ada duanya.

Bukan mengasuh dengan cara: "Dulu aku dididik dg cara seperti ini, maka kau pun harus seperti ini ya nak!"

Tapi mengasuh, mendampingi, dan mendidik agar fitrah anak terbangkitkan dg sendirinya (inside out).

Dan yg pasti, apapun kondisi anak, itu adalah sebuah amanah.
Alloh tidak menciptakan segala sesuatu dengan sia sia, termasuk anak yg diamanahkan kepada setiap orangtua.

*Bunda Eva:*
 Alhamdulillah.
Terimakasih bunda dini dan pak muji...

Tanya lg.
Brarti tanpa bantuan org lain (pakar hipnoterapi) pun kita bisa lakukan ya pak

*Bunda Desi‬:*
 Sy termasuk yg pernah terapi innerchild. Semua yg dijabarkan di atas bnr adanya ☺ dan stelah diterapkan, masyaAllah efeknya. Harmonisasi dgn anak, diri sndr dan orgtua pelan2 berjalan baik skali.

Sdikit tambahan slain yg di atas, pahami bagaimana fitrah otak kita bekerja. Emosi yg tertumpuk ini efeknya bs kmana2 disadari ataupun tidak. Byk2 mohon ampun sm Allah yg maha membolak balikkan hati. Isi stiap nafas dgn berdzikir.

*Bunda Eva‬:*
 Bunda desi...bisa cerita kah terapi nya seperti apa?

*Bunda Desi‬:*
 Bs jd novel ni bun panjang bgt hehe.. Sy pikir tdnya ini terapi kyk tinggal pencet tombol trs sy lgsg tiba2 'cring' jd bener wkwkwkwk.. Tp ternyata ga, smua step2nya sperti di atas. Di sesi konsultasi nya itu, sy crita mengalir apa adanya, smp nangis2 banjir malah hehe..

Awalnya sy putuskan bertemu praktisi krn sy di kondisi needs a way out. Butuh org lain utk membantu. Mgkn krn imannya udh level tiarap pas itu ya. di dlm diri pngn skali jd bnr, mengasuh anak dgn baik, pngn bakti sm orgtua slagi ada waktu.

Tp apapun teknis nya, smua balik ke hati kita dan taubat kita sm Allah

*Bunda Cahya:*
Kosongkan sampah emosi juga ya. Jadi ingat black boxnya bu Sarra Risman


*Bunda Desi‬:*
Yes yes btul. Buang sampah sesering mungkin. Jd numpuk2in sampah di otak. Apalagi nyampahin anak sndr 😭.
Dan mmg yg dirasakan stelah nyapu2 ini sampah, sy brasa lbh 'waras' anak2 otomatis jd baiiiiikkk bgt, patuh, minimal skali adegan2 mengerikan yg biasa kjadian hehehe

*Bunda Eva:*
Maaf bunda desi...waktu terapi dulu itu apakah bunda desi sdh mengenal HE?

*Bunda Desi‬:*
Udh tau HE bu.

*Ayah Muji:*
 Terapi atau konsultasi bu Desi?πŸ€”

*Bunda Desi:*
Hahaha sharing deh bole. Klo terapi ntr bgn2 malah bingung

*Ayah Muji:*
 Nah, itu maksud sayah😁

*Bunda Desi‬:*
Jd sblmnya sy byk curcol2 sm bu sarra risman jg. Beliau pun menyarakan, find a way out. Terapi or apalah yg dirasa bs membantu. Jgn muter2 sm pikiran sndr klo ga sanggup.

*Ayah Muji:*
Jadi jatuhnya instropeksi/kesadaran dari dalam diri sendiri.

*Bunda Desi:*
 Indeed. Dan pasangan hrs berperan penuh jg utk ini.
Pesan penting pas konsultasi itu, banyak senyum ya bu. Senyum dan peluk itu efeknya luar biasa ke anak, suami. Sering2 perbaiki niat.

Analoginya: kalau kita niat puasa krn Allah, ga sahur pun bs tahan. Krn dgn niat td, otak kita lgsg bekerja sesuai niat. Bgitu dahsyat nya kekuatan niat krn Allah.

Gitu jg dgn ini, kesadaran utk menyembuhkan 'penyakit hati'.
Dan tutup pintu2 utama masuknya syetan: marah dan takut.

Typing smbl2 ni hehehe.. Bole kpn2 klo mau bikin sharing session yuk. Biar curcol berdarah kita bareng2 wkwkwkwkwkwk

*Bunda Wiwik:*
Innamal a'malu bin niat ya bu desi.
Dengan niat yang tulus persepsi/ informasi itu di terima oleh limbic kemudian di harapkan menembus ke cerebral cortex. Begitukah bu desi?😁

*Bunda Desi:*
Asiiik ni dia ahli otaknya kluar. Btul skali bu wiwikπŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»πŸ‘πŸ»

*Ayah Muji:*
 Ini bu Wiwik belajar NPP juga kah?

*Bunda Wiwik:*
Sedang belajar pak...
Pengen ikutan workshopnya dr. Amir zuhdi  tp belum kesampaian nih pak muji.😁

*Bunda Desi:*
Tips utk sy yg impulsif: apa2 mau cpt2, mau instan, tergesa2.. Itu kt bu rahmi (psikolognya) ada sabotase di otak kita. Jd hrsnya informasi yg masuk diteruskan ke otak blakang, dikembalikan lg ke dpn, tp cm terhenti di blakang. Akhirnya kluarnya marah2, ngomel2 dll

Jd kalau udh ktemu situasi tidak ideal yg menjadi pemicu, stop sabotase korslet nya td. 2-3 menit mundur dr medan perang, biar otak nya calm down bntr.

Jd ini salah satu kunci utk ga reaktif berlebih ngadepin anak. Pdhl anaknya ga salah yg gmn2 bgt.
Istilahnya apa deh ini bu wiwit? Cb kupas tuntas ttg otak bu πŸ™πŸ˜Š

*Bunda Wiwik:*
 Hi hi saya belum tahu bu.
Tp klo coolingdown saya lebih senang menyebutnya regulasi emosi...😁

*Bunda Desi‬:*
 Regulasi emosi...hhmmm emang knapa bu ko' lebih senang menyebut nya regulasi emosi. Hehe maaf kepo bu, pengen belajar sayah

*Bunda Wiwik:*
Kita belajar untuk mengatur emosi-emosi kita ( negatif/positif). Apa yg harus di lakukan saat kita mendapati emosi negatif.
Belajar/berkomunikasi sangat di pengaruhi oleh suasana emosi.
Saya juga masih harus banyak belajar tentang brain based learning ini bunda...

*Bunda Gita:*
 Mohon pencerahannya buwik apa itu brand based learning

*Bunda Wiwik:*
 Brain based learning yaitu metode belajar yang sesuai dengan cara kerja otak manusia.
Beberapa prinsip brain based learning:
-otak memproses beberapa aktivitas yang bersamaan. Mis saat makan kita menggunakan mulut  utj mengunya, lidah utk merasa dan hidung utk mencium bau masakan.
- otak memproses informasi secara keseluruhan dan secara perbagian dalam waktu yang bersamaan. Mis saat kita menanam pohon secara langsung disana terdapat pelibatan semua aspek perkembangan dibandingkan mengajarkan menanam pohon melalui gambar/cerita.
- proses belajar Melibatkan seluruh aspek fidiologis manusia, tidak aspek tertentu saja.
- otak selalu mencari makna/informasi yg diterima scr alami, khususnya informasi yg berkesan. Informasi yg tidak berkesan akan di buang oleh otak.
- faktor emosi mempengaruhi proses belajar. Pd kondisi emosi sedang gembira dan tdk terancam, seseorang akan mudah menyerap informasi. Dan sebaliknya.
- motivasi belajar akan meningkat bila di berikan sesuatu yg menantang namun akan terhambat jika diberi ancaman.
Seseorang lebih mudah mengerti saat diberikan fakta yg alami/ ingatan spasial daripada sekedar diberikan penjelasan

*Bunda Rita:*
 Saya suka do'akan anak yg lg bikin esmosi, sebelum mendekatinya. Itu mengatur emosi cara saya, selain duduk dan berwudhu.
Masuk ke  teori itu ya?

*Bunda Wiwik:*
Termasuk salah satunya bu...
Untuk anak usia dini, reguladi emosi biasanya di lakukan dg membuat jurnal (membuat gambar dan menceritakan kembali, sedangkan untuk anak yang lebih besar dengan cara membuat catatan/cerita)

*Bunda Rita:*
 Buat emaknya bun?☺
Saya suka bikin catatan dan cerita. Dan semua setelah itu tetiba seperti lapang. Byar gitu. Termasuk agenda harian.

*Bunda Wiwik :*
Itu sepertinya bunda sdh melakukannya πŸ˜ƒ

*Bunda Rita:*
Dari saya gadis kalau ada emosi negatieve saya tulis, lalu karena takut di baca org saya larung tuh catatan di irigasi depan rumah. Bye bye...πŸ‘‹πŸ»

Pernah dah nikah emosinya di taro di buku catatan , ketinggalan di ruang seminar. Ada yg balikin tuh buku. Malu ampun deh, padahal tahu di baca tahu enggak.

Geli geli sedih. Kalau baca catatan gitu. Kadang traumanya bisa timbul, kalau yg dicatat sesuatu yg dalem.

*Bunda Risna:*
Hihi...saya banget itu bun..

*Bunda Eva:*
Iya bun des...sy br praktek stelah nikah.
Pas dibaca2 lg...ihh norak banget. Bener jd ketawa2 sendiri πŸ˜…πŸ˜…

*Bunda Tri:*
 Mirip...aku tulis semua uneg2. Pas sma sering naik gunung. Pas nenda mulai deh bakarin satu2 yg pernah ku tulis.πŸ˜‰

*Bunda Rita:*
 Beuuh.., kayak adegan sinetron ya kita?πŸ˜†
Bikin perahu dr catatan masa lalu trus di larung, atau masukin botol trus lempar ke laut. Atau bakar catetan satu persatu, di resapi gituhπŸ˜‚
Tapi benrran, ini lebih ngena drpd peristiwa/perasaan di bayangin, trus pas yg nyebelinnya di bingkai trus di taruh di museum.
*kemarin dpt teknik itu waktu kulwap

*Bunda Dini:*
saya waktu gadis nulis emosi negatif pake bahasa kode
mis mode A=Z

*Bunda Yulia:*
heee ternyata sama..klo.saya ,semua saya tulis di app diary,setelah saya reda emosi'y kadang saya baca lagi semua unek"..kadang suka perpikir kembali..nyesel tadi ada acara emosi padahal bisa di selesaikan pke cara yg ini(misal'y)

*Bunda Desi:*
lanjut dr yg td, sy tny sm bu rahmi.. Sy ini bu, ngelotokin sgala mcm pola asuh didik yg hrsnya bgini bgitu, tp pd knyataannya, ntr itu teori2 bubaaaaarrrr bgitu situasi ga ideal nongol, otak sy ini ga beres apa gmn.

Penjelasan beliau: korslet2 kita udh mesti dibenahi dl. Br pelan2 nanti diganti sm instalasi yg baru. Si sampah disapu sedikit2. Br 'rumah' nya bs bersih. Klo sampahnya ga dibuang2, mau disemprot pewangi segalon jg ttp aja ga ngaruh. Jd selesai lah dlu sm diri sndr, buang emosi2 terpendam -- teknisnya sperti yg di atas πŸ‘†πŸ» -- stelah korslet2 dan sampah2 diberesin, insyaAllah ilmu yg masuk terasa ringan diamalkan ☺
Lalu sy tny jg, sy kadungnya buanyaaaaak skali sm anak, apa msh bs dibenerin. Apa anak sy hrs diberesin jg? Jwbn beliau: insyaAllah anak menyerap dr tauladan orgtua bu, yg perlu dibenahi ibu/ bpknya, percayalah setelah itu seluruhnya ngikut ---> ini pelan2 sy buktiin sndr. Dr yg anaknya suka marah2, (ketauan emaknya galak parah πŸ˜…), berantem mulu sm adeknya dll dll, berubaaaah drastiiisssss, jd baiiiikk bgt πŸ™‚

*Bunda Wiwik:*
Berarti intinya kita ortu hrs jadi model yg baik  ( teladan) untuk anak2 kita yaa

*Bunda Desi:*
 Btul bu wiwik. Jd biar jangka panjang  klo nyari calon mantu jg tau sejarah pola asuhnya #tsaaaap udh mikirin mantu wkwkwkwkwk

*Bunda Cahya:*
Kalo saya sampah emosi ditulis, kalo serasa pengen s3macam teriak ke dunia, itu curhatan disent aja ke wall, yapi disetting privat, cuma kita doang yang bisa lihat. Wis puaaass hahaha

*Bunda Ratna:*
Omong2 ttg inner child, saya jg termasuk yg bermasalah nih dgn inner child, mau ikutan seminar terapi inner child biaya investasinya wow bgt. Akhirnya jd pasien *coaching* paksu. Mendingan, sampah2 masa lalu kebuang juga.

Ketemu inti masalahnya, ternyata semakin banyak ilmu parenting yg saya cari dan dapatkan, sebanyak itu pula saya bandingkan dgn pola asuh yg saya dapatkan. Jadinya menyalahkan masa lalu terus, malah susah memaafkan. Seolah2 dapat kunci jawaban, terus saya mengoreksi pola asuh orangtua saya dgn kunci jawaban itu, yg ada salah aja.

Tersembuhkan dgn menggali, apa kebaikan orangtua yg saya dapatkan sehingga saya harus berterima kasih thd hal itu. Jawabannya, *tanpa mereka, saya tidak ada di dunia* jadi ya..berterimakasihlah dan maafkanlah.

*Bunda Rita:*
Parenting sama parenthood emang beda ya. Beda cara dan efek tentunya.

*Bunda Wiwik:*
 Berdamai dg masa lalu, abaikan keburukannya, lihat sisi sifat positifnya. Krn setiap orang selalu punya sisi positif.
=====================
Penutup:

Belajar Ridho:

Siklus *ANAK BAIK* ( Siklus 1)

_Anak Baik -> orangtua Ridho -> Allah Ridho -> keluarga berkah -> bahagia -> anak makin baik_

Siklus *ANAK NAKAL* ( Siklus 2)

_Anak Nakal -> orangtua murka -> Allah Murka -> keluarga tidak berkah -> tidak bahagia -> anak makin nakal_

_Kalau tidak ada yg memutus siklus tersebut, maka akan terjadi pola anak baik akan semakin baik, anak nakal akan semakin nakal._

_Bagaimana cara memutus siklus Anak Nakal ?_
_Ternyata kuncinya bukan pd anak melainkan pd ORANGTUANYA._

_*Dikutip dari sebuah status FB Bunda Septi Peni Wulandani*_
________________________
Nah, bukankah semua kembali kepada kita sebagai orangtua?😊.
So, tetap rileks dan optimisπŸ’ͺ

Komentar

Postingan populer dari blog ini

T30 (Hari ke-23)

Ketika anak minta jajan

Lupa