T10 hari. Level 1 Komunikasi Produktif


Games level 1: Komunikasi produktif
Tantangan 10 hari
Hari ke-1 (rabu, 25 Januari 2017)

Bermain dan mainan

Selama beberapa hari ini, saya dan anak anak sedang berada di rumah orang tua (tangerang) karena anak sulung kami, abang aduh (3 tahun 5 bulan) ingin sekali menginap di rumah neneknya sedangkan suami tetap tinggal di rumah mungil kami di selatan jakarta karena terikat dengan pekerjaannya sebagai tenaga pendidik. Jika jarak yang memisahkan biasanya kami berkomunikasi melalui whatsapp, telepon, maupun sms.

Kring, kring…. Hp pun berdering, karena sedang di dapur maka saya meminta tolong kepada abang abduh yang sedang bermain lego dengan adiknya amman (1tahun6bulan) untuk mengambil hp tersebut.
“ abang abduh…” sapa saya
“iya ummi, hp ummi bunyi di kamar” jawab abang
“sayang… bisa tolong ambilkan hp ummi dikamar” (dengan inotasi lembut, senyum, dan menatap abang abduh)
Kemudian abang abduh langsung ke kamar
“ini ummi”
“terima kasih abang udah ambilin hp ummi” (sambil tersenyum dan mengusap kepalanya dengan lembut)
Dan abang abduh kembali bermain dengan adiknya ternyata ada panggilan vidio call dari abi...
“Hallo… assalamualaikum…” sapa abi
“wa’alaikum salam…”
Langsung abang abduh menyambar dengan riangnya dia berkata “abi…. Abang bikin Monas tinggi” sambil memperlihatkan hasil karya nya pada abi nya.
“waah hebat abang abduh, bagus sekali yaa buatnya...” (suami selalu berupaya menghargai hasil karya anak, walaupun bentuknya sederhana hanya brick lego duplo yang disusun menjulang tinggi keatas, menyerupai monas)
“iyalah” “abi… waktu dulu abang ke monas ga jadi keatasnya kan bi? Penuh banget, ngantri..!” seru abduh
“iya, insya allah nanti klo ada waktu kita ke monas lagi yaa, naik keatasnya yg tinggi”
“Hore… asik…!” seru abduh…

Ketika mulai pembicaraan inti dengan suami, tiba tiba terdengar dek amman nangis. Ternyata berebutan mainan dengan abangnya. Segera saya menghampiri dan menggendong dek amman sambil bertanya:
“ade..  kenapa nangis?”
“ade sedih yaa, mainannya diambil abang?”
“sebentar yaa dek… abang cuman minjem nanti juga abang balikin” sambil menghibur dek amman.
Setelah tangisannya mereda, sayapun menghampiri abang abduh seraya berkata;
“abang… tadi kenapa adek nangis?”
“abang ambil lego dede”
“looh… kan dede lagi main, main sama sama yaa bang”
“abang cuman pinjam bentar doang ummi”
IKemudian sayapun memberitahukan tentang konsep kepemilikan (walaupun sederhana) dan perlunya meminta izin dalam hal pinjam meminjam mainan dan lain sebagainya.


● Hal menarik
  1. Betapa bersyukurnya saya punya anak yang senang membantu oarang tua walaupun hanya hal yang sederhana.
  2. Saya sangat bangga dengan suami saya yang selalu menghargai anak, entah itu hasil karya ataupun perasaan anak baik itu lewat perkataan ataupun sikapnya.
  3. Belajar konsep kepemilikan dan meminta izin secara sederhana bagi si sulung.


● Perubahan
  1. Belajar untuk selalu merendahkan intonasi suara dan bersikap ramah saat berbicara dengan anak.
  2. Selalu jaga kontak mata dan senyum jika berbicara dengan anak.
  3. Berusaha untuk selalu memilih kosakata yang lebih produktif (kata kata positif).
  4. Menghargai anak (hargai perasaannya, baca bahasa tubuhnya.
  5. Menerapkan konsep 2C dalam upaya mengondisikan masalah.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

T30 (Hari ke-23)

Ketika anak minta jajan

Lupa