T10 Level 11.8 Fitrah Seksualitas
Tantangan 10 Hari
Level 11 Fitrah Seksualitas
Hari ke-8
Review Materi kelompok 8
Level 11 Fitrah Seksualitas
Hari ke-8
Review Materi kelompok 8
Pendidikan Seksualitas dalam Islam untuk Anak Laki-Laki
Review kali ini mengenai cara mendidik anak laki-laki yang didkutip/disampaikan oleh Ustadz Bendri Jaysurrahman. Bahasan ini dirasa perlu karena salah satu kerusakan yang terjadi dalam pengasuhan anak oleh orangtua adalah menghilangkan fitrah kelaki-lakian.
Pendidikan seksualitas dalam Islam bukan hanya terkait dengan mengajarkan organ reproduksi tetapi terkait dengan totalitas kepribadian seseorang. Laki-laki menjadi laki-laki dan perempuan menjadi perempuan. Terkait dengan apa yang ia rasakan, pikirkan, bagaimana cara ia berjalan, itulah sejatinya laki-laki dan sejatinya perempuan.
Maka Islam membuat patokan bahwa pendidikan seksualitas terkait dengan terpenuhinya tiga hal :
- Seksualitas yang benar,
- Seksualitas yang sehat
- Seksualitas yang lurus.
Seksualitas yang benar, tentu patokannya adalah Syari’ah, yaitu bagaimana perilaku orang laki-laki secara AlQur’an dan Sunnah. Bagaimana mengajarkan anak sesuai dengan kaidah Syari’ah yang tidak boleh kita meniru cara-cara Barat yang diharamkan. seorang anak laki-laki yang mumayyis (sudah bisa membedakan antara kanan dan kiri), maka ia sudah punya adab terhadap orangtuanya. Bahkan seorang anak untuk masuk ke kamar orangtuanya saja harus mengetuk pintu terlebih dahulu. Tidak sembarangan. Itulah salah satu patokan pendidikan dalam Islam.
Seksualitas yang sehat, yaitu berkaitan dengan faktor kesehatan. Bagaimana disunahkan laki-laki untuk ber-khitan, terkait dengan fungsi kesehatannya. Dan itulah salah satu yang diajarkan dalam Islam.
Seksualitas yang lurus, artinya sesuai dengan fitrahnya. Jangan sampai ada anak laki-laki badannya gempal, berotot, tetapi gayanya seperti orang perempuan (maho, homo). Dompetnya-pun berwarna pink.
Berdasarkan Hadits Riwayat Imam Bukhari, Rasulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Tidaklah seorang bayi lahir kecuali dalam keadaan fitrah. Maka kedua orangtuanyalah yang menjadikannya Yahudi, Nasrani atau Majusi.
Maka sejatinya sejak bayi laki-laki punya fitrah yang berbeda dengan perempuan.
Orangtuanya-lah yang menyimpangkan fitrah anak laki-lakinya itu, Maka orangtua-lah yang bertugas menjaga fitrahnya itu. Ketika ditanyakan dalam suatu komunitas kaum Gay, kenapa mereka menjadi gay, terbanyak dari mereka menjawab : Sejak kecil tidak punya sosok ayah. Sejak kecil tidak pernah ada stimulasi ayah. Semua pengasuhan oleh ibunya tidak pernah mengenal ayah. Oleh karena itu pendidikan untuk anak laki-laki mutlak harus diasuh oleh sosok laki-laki. Seseorang ingin mendidik anak laki-laki menjadi laki-laki sejati, tetapi dalam kehidupan masa kecilnya tidak ada sosok laki-laki yang mengasuhnya, mana mungkin anak laki-laki itu belajar sebagai laki-laki. Fitrahnya itulah yang menjadi rusak. Fitrah adalah sejenis software yang diberikan oleh Allah subhanahu wata’ala kepada seorang anak.
Laki-laki itu fitrahnya adalah dalam bermacam hal :
1.Jiwa Al Qowam (pemimpin).
Tentu otaknya berbeda dengan anak perempuan. Maka pendidikan laki-laki berbeda dengan anak perempuan karena Allah subhanahu wata’ala menciptakan-nya berbeda.
2.Laki-laki punya keunikan/kelebihan dibanding perempuan.
Karena fitrahnya sejak awal berbeda (Lihat AlQur’an Surat An Nisaa’ ayat 34). Laki-laki punya kelebihan dibandingkan perempuan. Laki-laki berpikiran singkat, kalau bicara seperlunya.
Hal-hal yang demikian akan muncul pada jiwa anak-anaknya, apabila anak dalam pengasuhan yang benar.
#Tantangan10Hari
#Level11
#KuliahBunSayIIP
#FitrahSeksualitas

Komentar
Posting Komentar